https://econtainers.co/blog/slot-gacor-4d/https://arsip.upi.edu/wp-content/uploads/slot-gacor-4d/https://econtainers.co/blog/slot-gacor-4d/ https://arsip.upi.edu/wp-content/uploads/slot-gacor-4d/ https://www.emprendedortecnologico.com/blog/slot-gacor/ https://www.asirkar.in/slot-4d/ https://consultorjava.com/slot-gacor/ Bentuk SDM Andal Antisipasi Dinamika IoT, Kominfo Libatkan Stakeholders | Setda Majene

Bentuk SDM Andal Antisipasi Dinamika IoT, Kominfo Libatkan Stakeholders

21 Sep 2018

Bentuk SDM Andal Antisipasi Dinamika IoT, Kominfo Libatkan Stakeholders

Jakarta, Kominfo - Dinamika dan perkembangan tantangan era industrial internet of things (IoT) saat ini memerlukan solusi terbaik dan antisipasi berkelanjutan dari seluruh stakeholders baik dari dunia usaha (private sectors), akademisi dan masyarakat (civil society). 

Meskipun, Kementerian Komunikasi dan Informatika memiliki tanggung jawab atas sektor itu, tetapi bukan satu-satunya penentu utama keberhasilan pemanfaatan era IoT untuk pembangunan bangsa Indonesia.

Oleh karena itu, Kementerian Kominfo membutuhkan keterlibatan dan kerja sama dari pelaku industri teknologi digital serta penyelenggara pendidikan.

Hal itu diungkapkan Menkominfo Rudiantara dalam Pengarahan dan Pembekalan Peserta COCLASS (Collaborative Creative Learning and Action for Sustainble Solutions) 2018 yang bekerja sama dengan United in Diversity (UID) dan Universitas Tsinghua Beijing China, di Jakarta, Rabu (19/9/2018).

“Bagaimana kita mengerjakan konsep dengan mengajak banyak stakeholders di luar sana yang memiliki kualitas tinggi. Itu harus dimanfaatkan dengan baik karena kita kerja melayani masyarakat atau ekosistem,” ujar Rudiantara. 

Rudiantara menuturkan, tantangan yang dihadapi beberapa tahun ke depan berkaitan dengan perkembangan era IoT sangat banyak dan beragam, sehingga dibutuhkan kualitas sumber daya manusia yang mumpuni dan keahlian baru secara berkelanjutan.

Rudiantara menyampaikan, seluruh negara-negara di dunia saat ini secara bersamaan juga sedang merumuskan strategi terbaik untuk kebijakan tepat sasaran menghadapi tantangan era IoT.

“Kita harus ciptakan banyak talenta yang berkualitas baik. COCLASS metodenya bagus dan harus terus dilakukan. Tapi kita tidak bisa menutup kemungkinan di lain hari ada metode baru yang lebih baik, kita juga harus menerima itu dan memperbaharui terus. Kita juga harus bisa menciptakan SDM yang cerdik seperti itu, bukan hanya pintar,” kata Rudiantara.

Rudiantara mengimbau kepada seluruh peserta COCLASS 2018 agar fokus dalam mengikuti pelatihan sehingga dapat mengajak ekosistem lainnya untuk menjadi lebih baik lagi.

COCLASS 2018 diikuti oleh 22 peserta dari Kemenkominfo, 10 orang dari kementerian dan lembaga, 4 orang dari lembaga pendidikan tinggi, dan 4 orang dari asosiasi dan industri. Progam itu bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan kapasitas SDM aparatur agar menjadi lebih adaptif, inovatif dan siap menghadapi perubahan di masa depan. Selain itu program ini bertujuan untuk menciptakan kebijakan publik yang inklusif dengan pendekatan yang holistik.**



Admin
21 Sep 2018